Dirut PT Aquamarine Didakwa Suap Eks Panitera PN Jak UPDATE TERBARU

Berita hari ini tentang Dirut PT Aquamarine Didakwa Suap Eks Panitera PN Jak.


Jakarta: Direktur Utama PT Aquamarine Divindo Inspection Yunus Nafik didakwa memberi suap kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Tarmizi. Suap diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp425 juta. 

“Terdakwa telah melakukan atau turut serta melakukan, yaitu memberi atau menjanjikan uang sebesar Rp425 juta kepada Tarmizi selaku panitera pengganti,” kata Jaksa Kresno Anto Wibowo saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis, 16 November 2017.



Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut, uang tersebut diduga diberikan agar Tarmizi memengaruhi hakim menolak gugatan yang diajukan Eastern Jason Fabrication Services Pte Ltd. Dalam perkara itu, PT Aquamarine digugat oleh Eastern Jason untuk membayar ganti rugi akibat wanprestasi sebesar USD7,6 juta dan SGD131 ribu.

Selain itu, uang suap juga diberikan guna mengabulkan gugatan rekovensi agar menginstruksikan Eastern Jason membayar kewajiban kepada PT Aquamarine sebesar USD4,9 juta.

Kemudian, sekitar tahun 2016, Yunus menunjuk advokat Akhmad Zaini sebagai kuasa hukum PT Aquamarine untuk menghadapi gugatan Eastern Jason. Lalu, sekitar akhir 2016, Yunus bersama General Manager PT Aquamarine Rachmadi Satriya Permana bertemu dengan Akhmad Zaini.

Dalam pertemuan itu, Akhmad Zaini menyampaikan kepada Yunus perihal biaya operasional dan biaya perkara ke panitera dan hakim. Yunus kemudian menyetujui biaya-biaya tersebut sebesar Rp1,5 miliar.

Selanjutnya, sekitar Maret hingga Mei 2017 Akhmad Zaini menemui Tarmizi di ruang panitera pengganti PN Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, Akhmad Zaini meminta agar Tarmizi memengaruhi hakim dalam gugatan wanprestasi itu.

Tarmizi menyanggupi permintaan tersebut dan berjanji akan menyampaikan hal itu kepada majelis hakim. Kemudian, Akhmad Zaini selanjutnya mengirimkan uang sebesar Rp25 juta kepada Tarmizi.

“Uang diserahkan pada tanggal 20 Juni 2017 melalui transfer ke rekening Bank BCA milik Tedy Junaedi, tenaga honor kebersihan PN Jakarta Selatan,” tegas jaksa.

Kemudian, seusai persidangan di PN Jakarta Selatan, Yunus meminta Akhmad Zaini mendatangi kediamannya di Sidoarjo untuk mengambil cek senilai Rp250 juta. Lalu Akhmad Zaini kembali menemui Tarmizi pada 16 Agustus 2017 dan menyerahkan cek sebesar Rp250 juta tersebut.

Selanjutnya, untuk melengkapi komitmen yang dijanjikan, Akhmad Zaini pada hari itu juga mentransfer uang sebesar Rp100 juta ke rekening Tedy Junaedi.

Yunus Nafik didakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

 

(REN)

Kabar hari ini disadur berdasarkan situs media tentang Dirut PT Aquamarine Didakwa Suap Eks Panitera PN Jak.