Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Mengenai Senam Hamil

Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Mengenai Senam Hamil. Akan penulis jelaskan dalam artikel kali ini. Senam hamil merupakan senam atau olahraga ringan yang dilakukan oleh ibu yang sedang hamil. Terutamanya, untuk ibu hamil yang usia kehamilannya di atas 6 bulan. Senam hamil memiliki tujuan untuk membuat ibu hamil dapat siap dan lancar dalam persalinannya kelak.

Senam Ibu Hamil

Senam Ibu Hamil

Olahraga untuk ibu hamil ini memiliki gerakan-gerakan yang telah disesuaikan dengan kondisi ibu hamil yang tidak bisa menerima olahraga dengan menggunakan fisik yang berat, sehingga gerakannya pun cenderung lemah dan ringan. Saat melakukan senam ini pun harus tetap dalam konsultasi dan pengawasan bidan maupun dokter kandungan guna memastikan bahwa kandungan ibu hamil sehat dan tidak ada masalah. Untuk hal-hal lainnya yang perlu diketahui mengenai senam hamil ini dapat disimak di bawah ini.

Hal Pertama yang Perlu Diketahui: Siapa Penemu Senam Hamil

Sebenarnya, senam ibu hamil ini telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Senam ibu hamil ini merupakan pengembangan gerakan senam kegel yang dicetuskan oleh Dokter Arnold Kegel yang mana merupakan dokter penyakit kandungan asal negara Los Angeles pada tahun 1950. Ceritanya, beliau sering menemukan ibu hamil yang sedang menghadapi persalinan tidak bisa menahan air kencingnya atau kita biasanya menyebutnya dengan mengompol di celana. Kemudian, dokter ini menciptakan senam kegel yang dapat membantu ibu hamil dalam menghadapi persalinan. Setelah itu, senam ini akhirnya dikenal luas di dunia.

Manfaat Senam Hamil yang Perlu Diketahui

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh ibu hamil bila melakukan senam hamil ini, diantaranya yaitu:

  • untuk menjaga kesehatan dan kehamilan selama masa kehamilan,
  • untuk merilekskan pikiran dan raga ibu hamil, sebab ini dapat membuat lebih tenang saat menghadapi persalinan,
  • untuk membantu memperlancar persalinan, karena pada saat melakukan senam ibu hamil akan melatih otot yang bermanfaat untuk melancarkan persalinan, contohnya saja otot panggul dan otot paha,
  • untuk menambah stamina ibu hamil agar tidak lemah dan lesu,
  • untuk meningkatkan kinerja otak ibu,
  • untuk melatih pernafasan yang sangat penting dilakukan guna menghadapi proses persalinan. Pernafasan yang diajarkan saat senam adalah pernafasan hidung, perut dan juga dada, yang mana ketiganya sangat bermanfaat untuk persalinan,
  • Untuk membantu mengatasi keluhan kehamilan, seperti kram perut, sakit punggung, dan bengkak,

Gerakan-Gerakan Dasar Pada Senam Hamil

Ada banyak gerakan pada senam ini. Semua gerakannya memiliki tujuan dan manfaat masing-masing. Contohnya, yaitu:

  • Posisi duduk tegak dan bersila untuk pemanasan guna menjaga kehamilan agar tetap sehat dan agar perut tidak tertekan sehingga janin tidak terganggu atau terancam posisinya. Gerakan yang dilakukan adalah menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri, gerakan kepala tengok kanan dan ke kiri, menundukkan dan juga menengadahkan kepala ke atas dan ke bawah, serta menggerakkan bahu naik dan turun. Semua gerakan tersebut dilakukan sebanyak 3 kali dan merupakan bagian dari gerakan pemanasan.
  • Gerakan relaks yang bertujuan untuk melakukan relaksasi atau membuat tubuh ibu hamil menjadi santai dan relaks.
  • Gerakan lengan dan punggung yang diawali dengan lengan diluruskan sampai di atas kepala dan kedua lengan saling berhadapan. Gerakan ini dilakukan sebanyak 5 kali.

Gerakan-Gerakan Lanjutan Dalam Senam Hamil

Setelah gerakan dasar, ada pula gerakan lanjutan yang harus dilakukan, yaitu gerakan senam mengayuh sepeda, gerakan otot panggul, gerakan punggung dalam posisi merangkak, gerakan menghilangkan punggung pegal, gerakan senam mencegah sungsang dalam posisi menungging, gerakan senam kegel untuk peregangan dan bisa untuk menguatkan panggul si ibu hamil dalam posisi duduk atau berdiri, senam jongkok, serta gerakan otot perut dan punggung.

Apakah Semua Ibu Hamil Boleh Melakukan Senam Hamil?

Meskipun senam sangat baik dilakukan oleh ibu hamil, namun ada kondisi dimana ibu hamil tidak boleh melakukan senam meski usia kandungannya sudah 6 bulan ke atas, yaitu ibu hamil dengan mulut rahim yang lemah, kandungan lemah, kandungan banyak ketuban, dan kondisi dinding rahim lemah. Tidak diperbolehkannya melakukan senam karena dikhawatirkan bisa membahayakan kandungannya dan menimbulkan pendarahan. Maka dari itu, pemeriksaan dan konsultasi secara rutin ke dokter akan sangat bermanfaat untuk mengetahui kondisi kehamilan ibu hamil.

Itulah hal-hal yang perlu diketahui mengenai senam hamil mulai dari siapa penemunya, manfaatnya, gerakan-gerakan dasar, gerakan-gerakan lanjutannya, hingga mengenai kondisi ibu hamil yang tidak boleh melakukan senam ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat untuk menambah wawasan bagi para ibu hamil maupun calon ibu.