Jangka Pendek, Emas Masih Bearish KORAN TERBARU

Berita hari ini terbaru memberikan update informasi Jangka Pendek, Emas Masih Bearish.

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga emas diperkirakan akan mengalami posisi bearish dalam jangka pendek seiring dengan penguatan dolar AS pasca rilis data ekonomi AS yang positif.

Pada perdagangan Kamis (16/11) pukul 14.15 WIB, harga emas spot melemah 2,86 poin atau 0,22% menjadi US$1.275,28 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas Comex untuk pengiriman Desember 2017 turun 1,5 poin atau 0,12% menuju US$1.276,20 per troy ounce.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam publikasi risetnya mengatakan, harga emas berpeluang bearish dalam jangka pendek seiring dengan menguatnya dolar AS setelah rilis data ekonomi AS yang positif pada Rabu (15/11) lalu.

“Rilis data AS kemarin mendukung adanya kenaikan suku bunga AS pada Desember mendatang, sehingga dapat berimbas pada tertekannya emas akibat menguatnya dolar AS,” katanya, Kamis (16/11).

Kunci pergerakan emas pada hari ini akan memperhatikan data klaim tunjangan pengangguran dan produksi manufaktur AS yang digunakan sebagai petunjuk pergerakan greenback. Jika hasil data juga positif, maka akan semakin membuat emas tertekan.

Faisyal menuturkan level support terdekat terlihat pada area US$1.275 per troy ounce, sementara level resistan terdekat berada pada level US$1.281 per troy ounce.
Berikut analisis teknikal pergerakan emas pada hari ini.

Level support: US$1.275; US$1.271; US$1.265
Level resistan: US$1.281; US$1.285; US$1.290

Sementara itu, Valbury Asia Futures dalam riset berbeda memaparkan rekomendasi bagi pelaku pasar terhadap pergerakan emas hari ini.
Berikut rekomendasinya.

Beli: US$1.276
Jual: –
Stop loss: US$1.265,00
Target: US$1.286—US$1.291.

Berita terbaru ini dikutip dari media Indonesia tentang Jangka Pendek, Emas Masih Bearish.