KPK Menyelisik Keterlibatan Novanto Lewat Ical BERITA DUNIA

Berita terkini hari ini menginformasikan bahwa KPK Menyelisik Keterlibatan Novanto Lewat Ical.


Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Ical diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi KTP elektronik (KTP-el).

Penyidik juga memeriksa keponakan Novanto, Irvanto Hendra. Keterangan kedua saksi dibutuhkan untuk menyelisik dugaan korupsi yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.



“Hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap Aburizal Bakrie dan Irvanto Hendra sebagai saksi untuk penyidikan dengan tersangka SN (Ketua DPR Setya Novanto),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 16 November 2017.

Sejak Rabu malam, 15 November 2017, Novanto menjadi buronan penyidik KPK. Penyidik berupaya menjemput paksa Novanto lantaran dianggap tidak kooperatif.

Namun, hingga kini penyidik belum menemukan titik terang keberadaan Novanto. KPK telah mengultimatum Novanto dengan penerbitan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) jika dalam 1×24 jam tidak segera menyerahkan diri.

Novanto sudah empat kali menolak memenuhi panggilan penyidik. Tiga kali absen sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo dan satu kali sebagai tersangka setelah resmi kembali dilabeli status itu dalam kasus korupsi KTP-el.

KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el, beberapa waktu lalu. Novanto diduga telah menguntungkan diri sendiri dan korporasi dari mega proyek tersebut.

Novanto bersama Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto diduga kuat telah merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun dari proyek tersebut.

Novanto dan Andi Narogong juga diduga mengatur proyek sejak proses penganggaran, hingga pengadaan KTP-el. Novanto dan Andi Narogong disebut telah menerima keuntungan dalam proyek e-KTP ini Rp574,2 miliar.

Novanto dijerat Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(OJE)

Informasi mengejutkan menurut media Indonesia tentang KPK Menyelisik Keterlibatan Novanto Lewat Ical.